Tanya Jawab

Realitas Lembaga-lembaga yang Bekerja untuk Kepentingan Negara Bangsa

بسم الله الرحمن الرحيم

Jawab Soal

Realitas Lembaga-lembaga yang Bekerja untuk Kepentingan Negara Bangsa

 

Pertanyaan:

Kita biasanya berbicara tentang pusat-pusat “kekuatan/kekuasaan” bahwa itu terrepresentasi pada negara bangsa. Mereka menyebutkan misalnya, kepentingan-kepentingan Amerika dengan menganggapnya hari ini sebagai negara pertama yang paling berpengaruh dalam politik internasional. Akan tetapi ada orang yang berpandangan bahwa pusat “kekuatan/kekuasaan” yang hakiki melampaui batas-batasa negara bangsa. Yang mereka maksudkan adalah kelompok-kelompok rahasia dari Inggris yang memiliki “kekuasaan/kekuatan” global, kami sebutkan diantaranya -sebagai contoh saja- organisasi semisal Komite Trilateral, kelompok Bilderberg dan Dewan Hubungan Luar Negeri. Semua kekuatan itu kadang-kadang menyatu di bawah nama-nama umum semisal kelompok elit Illuminate, para bankir global dan lembaga-lembaga finansial dan perdagangan besar …

Sebagian mengatakan bahwa pusat kekuatan ini tidak mengusung loyalitas kepada suatu negara bangsa tertentu, hingga meski kepada Amerika Serikat sekalipun. Akan tetapi pusat kekuatan ini siap untuk berpindah keluar AS menuju struktur kekuatan baru sesuai “teori sistem global”. Telah terjadi transformasi luar biasa akibat dari hal itu termasuk di dalamnya ditinggalkannya dolar dan penghentian perdagangan minyak menggunakan dolar untuk kepentingan mata uang baru yang bersandar kepada suatu komoditi atau gabungan mata uang.

Pertanyaannya, sejauh mana kesahihan hal itu? Jika ini sahih, lalu apa pandangan Hizb seputar pusat-pusat “kekuatan/kekuasaan” yang melampaui batas-batas negara bangsa menjadi otoritas global?

 

Jawab:

1. Ideologi kapitalis tidak bekerja berdasarkan penghapusan ide nasionalisme. Akan tetapi ideologi kapitalisme mengakui ide nasionalisme dan mengakui batas-batas negara yang ada. Karena itu, negara-negara kapitalis memutuskan kemerdekaan bangsa-bangsa di negara-negara yang terpisah dalam batas-batas yang digariskan dalam perjanjian-perjanjian internasional termasuk perjanjian Wina tahun 1815. Terjadi berbagai peperangan diantara negara-negara kapitalis itu karena dorongan nasionalisme… Negara-negara kapitalis mengambil sifat nasionalisme dan patriotisme dan menjaganya dengan bersandar kepada ideologi kapitalisme. Sebagian negara kapitalis berperang satu sama lain karena kedaulatan nasional dan partriotisme serta kepentingan-kepentingan imperialisme, padahal semuanya dibangun di atas ide kapitalisme dan ide itu diusung kepada pihak lain. Sampai-sampai mereka mendefinisikan negara secara rancu dengan mengatakan bahwa negara terbentuk dari kekuasaan, rakyat dan daerah yang dibatasi. Sejak munculnya ideologi kapitalisme telah terjadi perang berdarah terus menerus di antara negara-negara ini. Sedangkan Uni Eropa maka itu tidak menghapus negara bangsa. Akan tetapi yang terjadi lebih dekat kepada kerjasama di antara entitas-entitas nasional, dan itu jauh dari keberadaannya sebagai satu negara. Selama masa krisis yang memuncak, terungkap hampir-hampir Uni Eropa tersapu oleh krisis itu. Bahkan sejumlah negara mengancam memisahkan diri dari Uni Eropa. Ada seruan-seruan pemisahan di sejumlah negara misalnya Belgia, Spanyol, Inggris dan Italia. Sistem pemerintahan federalisme yang diadopsi oleh negara-negara kapitalis menjadi faktor yang membantu terjadinya pemisahan itu, khususnya di negara-negara yang multi kebangsaan. Amerika federal mengusung faktor-faktor sama yang membantu pemisahan. Pada tahun 1860 di Amerika terjadi perang yang berlangsung antara utara dan selatan selama lima tahun. Dari sini tidak mungkin negara bangsa dihapus menurut pengusung ide kapitalis. Jadi ideologi kapitalisme gagal dalam melebur bangsa-bangsa dalam satu wadah. Bahkan ideologi kapitalisme gagal melebur bangsa-bangsa berbeda yang hidup di satu negara yang sama. Dari sini, pembicaraan tentang penghapusan negara bangsa menurut para pengusung ide kapitalisme jauh sekali dari realita. Para kapitalis besar di setiap negara merupakan bagian dari bangsa-bangsa mereka, bekerja untuk mendukung dan menguatkan negara-negara mereka, bahkan merekalah yang memimpin negara mereka baik langsung maupun tidak langsung. Karena itu kita melihat sejumlah orang yang menduduki posisi jabatan tinggi di negara, mereka itu ada kalanya berasal dari kalangan kapitalis, atau memiliki hubungan dengan para kapitalis atau bekerja di menejemen korporasi-korporasi besar.

2. Adapun kekuatan yang disebutkan di dalam pertanyaan, dan pendapat bahwa pusat kekuatan itu melintasi batas negara bangsa menjadi otoritas global, maka masalahnya tidak demikian. Akan tetapi itu adalah lembaga-lembaga yang bekerja demi kepentingan negara bangsa , khususnya Amerika. Masalah itu sebagai berikut:

a. Berkaitan dengan klub Bilderberg, lembaga ini didirikan pada 29 Mei 1954 di hotel Bilderberg di Oosterbeek Belanda dan akhirnya mengambil nama tempat ini untuk nama organisasi. Pendirian organisasi ini dilakukan oleh beberapa pemilik modal Amerika seperti David Rockefeler dan ikut serta pula beberapa orang Eropa yang mendukung politik dukungan Amerika kepada Eropa Barat. Termasuk diantaranya raja Belanda Berhard yang ditunjuk sebagai ketua pertama klub ini. Ikut duduk di Komite Eksekutif John S. Coleman ketua Kamar Dagang AS. Disebutkan bahwa tujuan pendiriannya adalah mengatasi fenomena meningkatnya emosi permusuhan kepada Amerika Serikat di Eropa disebabkan Marshal Plan yang memaksakan hegemoni Washington dan superioritas AS terhadap Eropa pasca Perang Dunia kedua dengan memanfaatkan bantuan-bantuan AS kepada Eropa… Orang-orang Komunis dan para pengikut De Gaul memainkan peran penting dalam memicu emosi ini. Juga disebutkan bahwa tujuan dari pendirian klub ini adalah “mengadopsi rencana meminimalkan fenomena permusuhan kepada Amerika Serikat untuk mengokohkan hubungan diantara Amerika Serikat dengan Eropa guna mengokohkan kelompok Barat dalam menghadapi kelopok timur dan komunis serta menjaga peradaban Barat dan model kapitalisme ekonomi liberal”. Pertemuan klub ini dihadiri oleh para pemimpin Barat termasuk para raja, jurnalis, para perekayasa opini, politisi baik dari politisi kanan konservatif dan politisi kiri demokratik.

Klub yang mengadakan pertemuannya sekali setahun sejak didirikan hingga hari ini merupakan klub Amerika dilihat dari sisi pendirian, tujuan, orientasi dan bimbingan. Akan tetapi ada orang yang imajinasinya meluas melalui film dan mendeskripsikan bahwa klub ini merupakan pemerintahan global yang bersifat rahasia mengendalikan dunia. Seperti halnya salah seorang dari Rusia menulis sebuah buku tentang hal ini dan terjual jutaan copy! Akan tetapi para intelektual politik dan yang paham secara politik, mereka memahami identitas klub ini. Misalnya sebagian orang Perancis yang menulis: “klub ini “klub Bilderberg” terbentuk dari person-person berpengaruh, tidak lain hanyalah alat tekanan berpengaruh yang digunakan oleh NATO untuk menyebarkan kepentingan-kepentingannya … dan berusaha meluaskan pengaruh Amerika Serikat”. Kekuatan Amerika di dalam klub ini tampak melalui pertemuan klub yang diselenggarakan di istana Versailles di Perancis antara 15 sampai 18 Mei 2003 dan perbedaan pendapat yang terjadi diantara orang-orang Perancis dan orang-orang Amerika di dalam pertemuan tersebut ketika presiden Perancis Chirac hadir dalam pertemuan itu… Orang-orang Amerika memprotesnya karena Chirac menentang invasi Amerika ke Irak dan berusaha melecehkannya dalam pertemuan yang dihadiri oleh orang-orang penting pemerintahan Amerika pada masa George Bush Jr. diantaranya menteri pertahanan Donald Rumsfeld dan deputynya Paul Wolfowitz dan anggota kimite politik pertahanan Amerika Richard Perle dan mantan menteri luar negeri AS Henry Kisinger. Sementara menteri luar negeri AS Colin Powell berkeliling Eropa untuk menggalang dukungan terhadap politik negerinya. Diskusi memanas seputar kontrak-kontrak besar yang ditandatangani oleh korporasi Amerika di Irak seperti Bechtel dan Haliburton. Anggota Eropa mempertanyakan secara sinis “korporasi Eropa mana yang akan mendapat kontrak-kontrak berharga seperti ini?” Demikian juga didiskusi isu pembentukan militer Eropa. Orang-orang Amerika memprotesnya dan terjadi diskusi sengit antara orang-orang Eropa dan Amerika seputar pentingnya pembentukan pasukan semisal ini. Dan pada akhirnya Amerika berhasil memupus ide pendirian pasukan ini.

Dari sini jelaslah bahwa klub Bilderbeg adalah ungkapan dari salah satu sarana (wasilah) Amerika untuk mempertahankan politik hegemoniknya terhadap Eropa, dan memasarkan proyek-proyek Amerika dengan bekerja meyakinkan orang-orang Eropa bahwa politik Amerika tidak berbenturan dengan politik orang-orang Eropa, melainkan itu demi kepentingan mereka dan kemenangan barat secara umum. Pada saat yang sama rencana demi kepentingan Amerika dan proyek-proyeknya berada pada peringkat teratas…

b. Adapun klub Komite Trilateral, lembaga ini didirikan pada tahun 1973 oleh David Rockefeler dan Zbigniew Brezinski dengan sejumlah lain diantara intelektual, politisi, dan akademisi Amerika. Pada saat pendirian klub ini, para pemimpin tiga kawasan Amerika, Eropa Barat dan Jepang ikut serta dalam pendiriannya. Sedangkan tujuan klub ini adalah: “Memperkuat kerjasama di antara negara-negara dalam melayani kepentingan-kepentingannya secara ekonomi, politik dan kedaulatan di penjuru dunia. Dan menetapkan solusi-solusi untuk permasalahan-permasalahan yang mengganjal dan muncul di antara negara-negara ini; tukar menukar informasi dan pandangan serta memonitor perkembangan hubungan antara Timur dan Barat”. Dapat diperhatikan bahwa orang-orang Amerika mendirikan klub ini untuk menjamin hegemoni Amerika terhadap Eropa dan Jepang juga.

c. Sedangkan lembaga-lembaga finansial dan lembaga bisnis besar khususnya yang dimiliki oleh keluarga semisal keluarga Rockefeler, atau Rotchild atau Blomen Berg, maka lembaga-lembaga itu bekerja untuk merealisasi kepentingan-kepentingannya dalam berbagai kebijakan negara-negara dengan berkoordinasi dengan negara dan hampir-hampir lembaga-lembaga ini terlibat dalam semua rincian kebijakan negara. Kita melihat aktifitas Rockefeler dalam mendirikan klub Bilderberg dan klub Komite Trilateral demi melayani hegemoni negara Amerika terhadap Eropa dan Jepang dan seluruh dunia lainnya. Lembaga-lembaga ini sangat paham bahwa negaralah yang melindunginya, berdiri di belakangnya dan menjamin terealisasinya kepentingan-kepentingannya serta perolehan keuntungan. Dan negara kapitalis memandang bahwa korporasi-korporasi itulah yang memainkan peran besar untuk mengumpulkan kekayaan dan keuntungan dari luar negeri dan korporasi-korporasi itulah yang mendirikan berbagai proyek dan mempekerjakan tenaga kerja di dalam negeri. Maka korporasi-korporasi itu dianggap seolah lembaga-lembaga pemerintah yang menjalankan peran penting untuk kepentingan warganya dan bekerja untuk kepentingan negeri dan dinilai sebagai alat negara dalam merealisasi tujuan-tujuan imperialismenya di luar negeri. Dahulu Inggris masuk ke India melalui korporasi East India Company dan berikutnya mulai menjajah India secara langsung. Korporasi dan lembaga-lembaga finansial swasta besar Amerika memainkan peran efektif untuk kepentingan negara Amerika. Misalnya, lembaga finansial Amerika Goldman Sachs memainkan peran tertentu menentang Uni Eropa untuk kepentingan Amerika. Goldman Sachs memanipulasi kondisi perekonomian Yunani pada tahun 2001 untuk membuat Yunani masuk ke zona Euro sehingga ada persoalan-persoalan finansial dan ekonomi di zona ini dengan tujuan untuk melemahkan atau menjatuhkan zona Euro. Surat kabar New York Times menyebutkan: “Transaksi yang difasilitasi oleh bank Goldman Sachs tahun 2001 sebesar 15 miliar dolar AS membantu dalam menyembunyikan miliaran dolar utang Yunani dari pengawas anggaran di markas Uni Eropa” (Aljazeera Documentary, Wall Street terlibat dalam krisis finansial Eropa, 14/2/2010) dengan anggapan bahwa harta (utang) itu adalah transaksi bisnis dan bukan utang. Sehingga tingkat utang Yunanni tampak tidak melewati tingkat PDB dan bahwa besarnya utang itu tidak melampaui tingkat utang yang bisa diterima Eropa. Tujuan Amerika melemahkan Uni Eropa, memecah belahnya dan memukul Euro, sehingga tidak menyaingi dolar. Hal itu untuk menjamin kelangsungan hegemoni Amerika terhadap Eropa dan perekonomian Eropa serta seluruh dunia. Maka korporasi-korporasi dan lembaga-lembaga finansial swasta besar Amerika memainkan peran tertentu untuk kepentingan negerinya dan dengan berkoordinasi dengan negara Amerika. Jerman menampakkan kegelisahannya dan menuduh Yunani telah melakukan kebohongan dan pemalsuan ketika meletus krisis finansial di Yunani tahu 2010 yang berdampak pada kohesi zona Euro dan Jerman. Dampak krisis itu masih terus berlanjut.

d. Bank Dunia, IMF dan WTO didirikan sebagai lembaga internasional. Meski demikian, lembaga-lembaga itu tidak bisa menjadi lembaga yang independen memaksakan kehendaknya terhadap negara-negara di dunia sebagai pemerintahan global. Akan tetapi, Amerika di situ menjadi pihak yang paling menentukan, berpengaruh dan memanfaatkannya untuk memaksakan kebijakannya terhadap negara lain. Lembaga-lembaga internasional ini memaksakan undang-undang privatisasi dan globalisasi Amerika. Demikian juga politik ekonomi pasar dipaksakan terhadap negara lain. Amerika melalui lembaga-lembaga ini memaksakan mata uangnya, dolar, terhadap dunia dan menjadikannya mata uang yang menjadi standar harga minyak, gas, emas dan mineral serta komoditas lainnya; dan menjadikan dolar sebagai standar pertukaran mata uang untuk menancapkan kontrol AS terhadap dunia. Akhirnya dolar menjadi mata uang utama di dunia, banyak mata uang terikat dengannya dan dolar dijadikan cadangan devisa untuk banyak negara. Ini merupakan cara-cara kontrol negara Amerika terhadap dunia.

Karena itu, pembicaraan tentang pemerintahan global yang mengatur dunia dan menghapus negara bangsa adalah satu bentuk khayalan. Yang sesungguhnya mengontrol dunia adalah negara-negara besar khususnya negara pertama.

3. Negara-negara kapitalis dikendalikan oleh para kapitalis pemilik modal. Di setiap negara, mereka memilih penguasa untuk melayani kepentingan-kepentingan mereka tanpa menghapuskan negara, bahkan mereka tetap menjaga negara-negara mereka untuk menjaga kepentingan-kepentingan mereka dan agar negara-negara mereka mengontrol negara-negara lain di dunia untuk menambah pundi-pundi keuntungan mereka. Setiap kali negara mereka kuat, maka bisnis mereka akan lebih luas dan keuntungannya lebih banyak. Akan tetapi korporasi atau lembaga finansial itu tidak mungkin menjadi sebuah negara sebab tujuannya adalah keuntungan, dan tidak mungkin hal itu diterima oleh masyarakat. Korporasi dan lembaga finansial itu juga tidak mampu membentuk dan menjalankan struktur negara serta melakukan pemeliharaan urusan masyarakat. Setiap kali negara kapitalis memulai politik privatisasi, negara itu menjual lembaga pemerintah yang menyebabkan pelayanan-pelayanan kepentingan masyarakat akhirnya ada di tangan korporasi swasta semisal listrik, telepon, sebagian jalur kereta api, jalan tol antar kota dan antar negara dan lainnya … korporasi-korporasi swasta yang membeli kepentingan-kepentingan ini memerlukan struktur pelaksana yakni negara. Ketika masyarakat tidak mampu membayar kewajiban mereka atau sebagian mereka menolak membayar kewajiban mereka, maka korporasi-korporasi itu akan merujuk kepada dinas keamanan dan peradilan di negara. Jika masyarakat menyerang lembaga-lembaga korporasi atau memprotesnya seperti yang terjadi dalam aksi Ocupy Wall Street, maka korporasi itu akan merujuk kepada negara untuk melindunginya. Korporasi-korporasi itu memerlukan legislasi berbagai UU dan peraturan, sehingga bisa menjalankan aktifitasnya dan mendirikan proyek-proyeknya. Setiap kali krisis finansial meletus di Amerika dan berikutnya di Eropa, korporasi-korporasi dan lembaga-lembaga finansial itu kembali kepada negara agar menyelamatkannya dengan jalan membeli saham-sahamnya yang jatuh atau terpuruk dengan sebutan bail out, yaitu penggelontoran uang yang dikumpulkan oleh negara dari masyarakat umum seperti pajak. Karena itu, korporasi-korporasi dan lembaga-lembaga finansial itu tidak memiliki kekuasaan eksekutif, yudikatif dan legislatif di negara kapitalis yang secara teori memisahkan ketiga kekuasaan itu. Tidak lain, korporasi dan lembaga finansial itu mempengaruhi ketiga kekuasaan itu untuk melindungi dirinya dan merealisasi rencana-rencananya di dalam negeri dan luar negeri serta merealisasi pendapatan, memperoleh keuntungan dan menyelamatkannya ketika terjadi krisis.

4. Semua lembaga itu aktifitasnya tidak keluar dari melayani negara bangsa, di mana ia berafiliasi. Juga melakukan berbagai aktifitas hingga meskipun hal itu merupakan aktifitas yang rendah secara moral atau kemanusiaan. Penyadapan Amerika yang terbongkar menelanjangi hal yang demikian. Amerika memata-matai negara-negara lain terutama sekutunya negara-negara Eropa dan para penguasanya, kedutaan, dan dubesnya, perusahaan-perusahaan dan individu-individunya, dengan menggunakan lembaga elektronik swasta yang berada di bawah dinas intelijennya. Ikut serta pula di dalamnya perusahaan-perusahaan yang mengontrol jaringan elektronik seperti Google dan Yahoo, yang merupakan perusahaan Amerika. Skandal yang terbongkar ini mengungkap hakikat pertarungan memperebutkan kedaulatan nasional di antara negara-negara kapitalis. Amerika mengakui hal itu melalui mulut menteri luar negerinya, John Kerry, dalam konferensi pers di London. Ia mengatakan: “Aktifitas memata-matai oleh NSA melampaui batas-batas yang bisa diterima pada beberapa kondisi” (BBC, 1/11/2013). Ia mengklaim bahwa: “Aktifitas memata-matai ini menurunkan serangan-serangan terorisme.” Perlu diketahui bahwa mereka memata-matai para pemimpin Eropa seperti Merkel, Kanselir Jerman, yang disadap telepon genggamnya selama sepuluh tahun. Amerika melakukan semua itu untuk menjaga kedaulatan nasionalnya dan kepentingan-kepentingannya di dunia. Juga untuk memonitor gerakan negara-negara Eropa yang berusaha melepaskan diri dari hegemoni Amerika. Disamping juga untuk mencegah munculnya suatu kekuatan yang mungkin memiliki bobot internasional yang bisa menyaingi Amerika atau mengancam hegemoninya.

Seluruh perusahaan Amerika tegak melayani negara bangsa, kultur dan nilai-nilainya. Hal ini nampak jelas ketika meletus perbedaan pendapat antara Cina dan perusahaan Amerika Google Inc, tiga tahun lalu. Kantor berita Cina Xinhua mengatakan pada 23/3/2010: “Sungguh disayangkan Google Inc tidak hanya berusaha memperluas kegiatan bisnisnya di Cina akan tetapi juga mempromosikan nilai-nilai, ide-ide dan kultur Amerika.” Bahkan Amerika juga mempromosikan nilai, ide dan kultur Amerika di Eropa yang berserikat dengannya dalam ide kapitalis. Hal itu dilakukan Amerika dengan tujuan mendapatkan penghormatan dan penghargaan untuk sumber daya manusia Amerika dan negara Amerika, hingga bisa menjamin hegemoni Amerika terhadap Eropa.

5. Dari sini jelaslah bahwa tidak ada yang disebut kelompok-kelompok rahasia yang memiliki kekuasaan global yang menghapus eksistensi negara-negara bangsa yang tegak berdasarkan ideologi kapitalisme. Klub Bilderberg, Komite Trilateral adalah ungkapan dari klub-klub yang didirikan oleh orang-orang Amerika untuk menjamin kelangsungan hegemoni negeri mereka terhadap dunia. Korporasi-korporasi besar di Amerika baik korporasi finansial, bisnis, elektronik, property, bursa, dsb, semuanya bekerja untuk kepentingan negara mereka. Akan tetapi mereka mempengaruhi otoritas negeri mereka untuk menjaga capaian finansial mereka dan meningkatkan serta memperluasnya di dalam dan luar negeri. Mereka di luar negeri memainkan peran untuk kepentingan politik negara mereka melawan negara lain dan menjamin perluasan pengaruh negaranya terhadap dunia ini. Disamping itu, Amerika bekerja untuk menjaga kelangsungan hegemoninya secara militer dengan membangun pangkalan-pangkalan militer di setiap negara dan mengikat koalisi dan persekutuan strategis dengan berbagai negara. Amerika menggunakan NATO untuk mengimplementasikan politiknya dan AS juga bekerja menguatkan NATO di bawah kepemimpinannya dan sebaliknya Amerika menghalangi pendirian militer Eropa sehingga Eropa tidak keluar dari kepemimpinannya. Amerika melakukan kegiatan intelijen memata-matai pihak lain, meski mereka adalah sekutu Amerika untuk memonitor pergerakan mereka. Amerika bekerja melanggengkan hegemoni ekonomi dan finansialnya dengan menjaga dolar tetap sebagai mata uang global dan melanggengkan hegemoninya terhadap lembaga-lembaga finansial dan perdagangan global seperti Bank Dunia, IMF dan WTO. Amerika bekerja melanggengkan hegemoni politiknya dengan mengendalikan PBB khususnya Dewan Keamanan PBB. Amerika juga bekerja melanggengkan kontrolnya terhadap negara lain dengan merekrut antek-antek dan mengikat rezim-rezim di negeri lain. Semua itu untuk menjaga negara Amerika dan sifatnya sebagai negara bangsa dan pusat globalnya sebagai negara pertama di dunia. Karena itu, Amerika melakukan pertarungan dengan “saudara-saudaranya” negara-negara kapitalis imperialis lainnya baik Inggris, Perancis dan lainnya, sehingga AS bisa menggantikan posisinya di wilayah-wilayah jajahan negara itu dan daerah-daerah pengaruhnya. Amerika mampu mencapai keberhasilan sampai batas yang besar dalam hal itu. AS bekerja menjatuhkan negara-negara itu dari konstelasi internasional agar AS sendiri yang menjadi pemilik kedaulatan; penentu kalimat yang pertama dan terakhir di dunia; menjadi pemimpin untuk dunia Barat; pengusung ide kapitalis dan penjaganya; pengemban panji perang terhadap semua pihak yang mengusung ide lain yang ingin dijadikan menggantikan posisi ide kapitalis; atau ingin menegakkan suatu negara berdasarkan ide lain itu meski seberapa kecil negara itu. Karena itu, Amerika tidak memberi kemungkinan kepada dakwah ke arah tegaknya daulah al-Khilafah. Pusat-pusat kajian dan institut-institut strategis di AS menyiapkan berbagai kajian dan rencana sejak hari ini dan sebelum berdirinya al-Khilafah untuk menggagalkan aktifitas apapun untuk menegakkannya, bahkan menggagalkan ide apapun dalam wilayah ini … Akan tetapi mereka akan paham, cepat atau lambat, bahwa al-Khilafah tidaklah seperti negara-negara kapitalis yang ada saat ini, di mana Amerika dapat menghegemoninya dengan mudah. Akan tetapi Amerika akan merugi sendiri dan bukan kerugian kecil, ketika menghadapi al-Khilafah, dengan izin Allah Yang Mahakuat lagi Mahaperkasa…

﴿وَاللَّهُ غَالِبٌ عَلَى أَمْرِهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ﴾

Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya. (TQS Yusuf [12]: 21)

 

12 Muharram 1435 H

15 November 2013 M

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close